Kamis, 26 Februari 2015

BERTUMBUH HINGGA TANPA BATAS

BERTUMBUH HINGGA TANPA BATAS Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

04 Maret 2008 – 05:47   (Diposting oleh: Editor)

“A person is limited only by the thoughts that he chooses. – Kapasitas seseorang dibatasi oleh pemikirannya sendiri.” ~ James Allen As A Man Thinketh

Setiap saat masing-masing di antara kita bisa melakukan hal yang luar biasa dengan berpikir berbeda. Anda sebenarnya juga bisa berkembang puluhan kali lipat. Semua itu tergantung pada pola pikir Anda sendiri.

Anehnya hampir semua orang cenderung langsung kecewa, marah, frustrasi ketika sampai pada situasi kurang menguntungkan atau tidak berhasil. Mereka sama sekali tidak berpikir positif saat menghadapi tantangan, yang salah satunya berbentuk kegagalan. Padahal, seandainya mereka tetap optimis, dalam kondisi terburuk pun mereka pasti dapat memulai lagi langkah-langkah untuk bertumbuh lebih dari yang pernah mereka bayangkan.

Optimis adalah syarat penting untuk dapat bertumbuh optimal dari kondisi Anda saat ini. Langkah selanjutnya yang tak kalah penting agar Anda bertumbuh secara fenomenal adalah menciptakan impian. Ketika Anda sudah berani bermimpi, maka rasa percaya diri akan tumbuh dan lebih siap menghadapi tantangan. Selanjutnya impian tersebut membantu Anda berpikir lebih positif, sehingga Anda dapat menikmati proses perubahan menuju pertumbuhan.

Langkah penting lainnya adalah me
... baca selengkapnya di BERTUMBUH HINGGA TANPA BATAS Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 04 Januari 2011

BERITA TERKINI

Jumlah Kartu Kredit  BCA  Capai  2,2 juta














PIZZA HUT Promo Diskon hingga 50% dengan Menukarkan MANDIRI Power Points / Fiestapoin

 
pizzahut_mandiri_05012015
PIZZA HUT Promo Diskon hingga 50% dengan Menukarkan MANDIRI Power Points / Fiestapoin berlaku sd. 28 Februari 2015.
Penukaran Mandiri Power Points secara langsung melalui EDC Mandiri di Pizza Hut” adalah program loyalti Bank Mandiri berupa penukaran Power Points secara langsung melalui EDC Mandiri yang bekerjasama dengan Pizza Hut berupa program potongan harga sebesar Rp. 25.000 diperoleh dengan penukaran 2.500 Power Points untuk mandiri kartu kredit atau 250 fiestapoin untuk mandiri debit dari nilai transaksi produk dan jasa sebelum pajak dengan minimum pembelian sebesar Rp. 150.000.
Periode Program : 6 Oktober 2014 sd 28 Februari 2015
Sebelum bertransaksi, pemegang kartu dapat mengetahui jumlah Power Points yang dimilikinya melalui tagihan bulanan atau dengan menghubungi mandiri call 14000 dengan tahapan sebagai berikut :
a. Tekan 1 untuk Bahasa Indonesia
b. Tekan 16 digit no kartu kredit
c. Tekan 6 digit tanggal lahir anda dengan format ddmmyy
d. Tekan 1 untuk informasi kartu
e. Tekan 2 untuk mengetahui jumlah Power Points Anda
Bagaimana caranya pemegang kartu Mandiri debit mengetahui jumlah fiestapoin yang dimilikinya ?
  • Bagi nasabah yang sudah terdaftar pada layanan sms banking/Mandiri sms, cukup ketik: Cek FP , lalu kirim ke 3355
  • Atau nasabah silakan ke mesin Mandiri ATM terdekat, pilih menu “Informasi saldo” ? kemudian pilih menu “Informasi fiestapoin”, jumlah poin akan muncul di layar.
Promo berlaku untuk jenis Kartu berikut :
  • Semua jenis Mandiri kartu kredit ( Visa dan Mastercard ) KECUALI Hypermart, BTN dan Coorporate Card.
  • Untuk mandiri debit, semua jenis kartu Mandiri debit (silver, gold, platinum, premium), mandiri debit bisnis (perorangan) dan mandiri prioritas
Nilai untuk setiap Power Points yang akan ditukarkan melalui EDC Mandiri dapat bervariasi untuk setiap merchant dan setiap waktu dimana penentuan nilai Power Points menjadi hak sepenuhnya dari pihak Bank dan Merchant sesuai kesepakatan bersama.
Pemegang kartu hanya dapat menukarkan Power Points atau fiestapoin dengan minimal transaksi Rp. 200.000 after tax dan berhak mendapatkan Potongan harga hingga 50% jika point card holder mencukupi atau maksimal Rp.500.000,-.
Contoh 1 :
Pemegang kartu bertransaksi menggunakan Mandiri Kartu Kredit sebesar Rp 500.000 dan memiliki Power Points sebanyak 20.000 Poin, maka pemegang kartu akan mendapat potongan harga sebesar Rp. 250.000 dengan jumlah poin yang didebet 12.500 Power Poin (Kartu kredit Rp.20,-). Sisa poin setelah transaksi menjadi 7.500 Poin dan pemegang kartu hanya membayar sebesar Rp. 250.000.
Contoh 2 :
Pemegang kartu bertransaksi menggunakan Mandiri kredit sebesar Rp 500.000 dan memiliki Power Poin sebanyak 5.000 Poin, maka pemegang kartu akan mendapat potongan harga sebesar Rp. 100.000 dengan jumlah poin yang didebet 5.000 poin. Sisa poin setelah transaksi menjadi 0 poin dan pemegang kartu hanya membayar sebesar Rp 400.000.
- See more at: http://katalogpromosi.com/promosi/pizza-hut-promo-diskon-hingga-50-dengan-menukarkan-mandiri-power-points-fiestapoin/#sthash.7jePjWsC.dpuf





































Penggunaan PIN 6 Digit Kartu Kredit Ditunda Hingga Juni 2020

Kartu Kredit; Masih perlu sosialisasi. (Foto: Budi Uradi)
Agar masyarakat lebih memahami tata cara penggunaan PIN 6 digit sebagai sarana autentikasi dan verifikasi transaksi kartu kredit, BI memberikan waktu lebih lama bagi penerbit dan acquirer untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan merchant mengenai penggunaan PIN 6 digit. Rezkiana Nisaputra
Jakarta–Bank Indonesia (BI) menunda pelaksanaan ketentuan personal identification number (PIN) enam digit untuk kartu kredit yang sebelumnya dapat dilaksanakan pada awal 2015. Keputusan tersebut diambil setelah BI melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan ketentuan yang mengatur implementasi PIN 6 digit sebagai sarana verifikasi dan autentikasi pada transaksi kartu kredit.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Eni V. Panggabean, di Gedung BI, Jakarta, Kamis, 11 Desember 2014. Menurutnya, diundurnya pelaksanaan ini karena perlu memberikan waktu yang lebih lama bagi penerbit dan acquirer untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan pedagang(merchant) mengenai penggunaan PIN 6 digit.
Menurutnya, hal tersebut ditempuh agar masyarakat lebih memahami tata cara penggunaan PIN 6 digit sebagai sarana autentikasi dan verifikasi transaksi kartu kredit, dan agar merchant lebih siap mengimplementasikan PIN 6 digit atas transaksi kartu kredit di lokasi kegiatan usahanya sekaligus mampu mengedukasi konsumen yang akan bertransaksi dengan kartu kredit mengenai tata cara dan manfaat penggunaan PIN 6 digit.
Selain itu, mayoritas penerbit ternyata belum sepenuhnya siap menerbitkan kartu kredit yang telah mengimplementasikan PIN 6 digit dan beberapa acquirer membutuhkan perpanjangan waktu untuk menyiapkan EDC dan host system agar mampu memproses transaksi kartu kredit dengan PIN 6 digit. Untuk itu, perpanjangan waktu perlu diberikan agar implementasi PIN 6 digit dapat berjalan dengan baik.
“Kami memandang perlu untuk mengharmonisasikan waktu implementasi PIN 6 digit dengan kebijakan Sistem Pembayaran ke depan, termasuk kebijakan mengenai implementasi National Payment Gateway, sehingga tidak menimbulkan inefisiensi yang besar bagi industri,” ujar Eni.
Lebih lanjut dia menambahkan, bahwa berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut, bank sentral akan melakukan perubahan atas Surat Edaran No.14/17/DASP tentang Penyelenggaraan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu, khususnya mengenai implementasi PIN 6 digit atau transaksi kartu kredit. Pertama, terhitung sejak 1 Juli 2015 seluruh penerbitan kartu baru dan kartu perpanjangan atau renewal oleh penerbit kartu kredit di Indonesia wajib telah menggunakan PIN 6 digit. “Kartu lama yang belum jatuh waktu penggantian, tetap dapat digunakan oleh pemegang kartu,” tukasnya.
Namun, pada saat jatuh waktu, harus segera digantikan dengan kartu yang telah mengimplementasikan PIN 6 digit. Seluruh kartu kredit diwajibkan telah mengimplementasikan PIN 6 digit paling lambat pada 30 Juni 2020. Dengan demikian terhitung sejak 1 Juli 2020, tidak ada lagi kartu kredit yang tidak menggunakan PIN 6 digit.
Sedangkan yang kedua, seluruh acquirer kartu kredit diwajibkan mengganti atau meningkatkan standar keamanan pada seluruh electronic data capture (EDC) dan host system sehingga dapat memproses transaksi kartu kredit dengan PIN 6 digit. Kewajiban ini harus dipenuhi paling lambat 30 Juni 2015. “Ketiga, BI memberikan masa transisi atas pemrosesan transaksi kartu kredit sampai dengan 30 Juni 2020, dimana penerbit dapat melakukan pemrosesan transaksi kartu kredit dengan menggunakan tanda tangan atau PIN 6 digit sebagai alat autentikasi dan verifikasi,” ucap Eni.
Mulai tanggal 1 Juli 2020 pemegang kartu kredit tidak boleh lagi menggunakan tandatangan sebagai sarana verifikasi dan autentikasi transaksi, kecuali untuk transaksi dengan menggunakan kartu kredit dari Penerbit luar negeri atau transaksi di negara lain yang masih menerapkan verifikasi dan autentikasi dengan tandatangan. “Tapi penggunaan PIN lebih aman dari tandatangan mengingat PIN adalah angka rahasia yang hanya diketahui pemiliknya dan terenkripsi sehingga sulit untuk dipalsukan oleh orang lain,” paparnya.
Sementara itu, untuk memastikan bahwa implementasi PIN 6 digit terlaksana dengan baik, BI akan segera menerbitkan perubahan Surat Edaran BI terkait implementasi PIN 6 digit atas transaksi kartu kredit, mewajibkan penerbit dan acquirer melakukan sosialisasi dan edukasi secara intensif kepada Pemegang Kartu dan Pedagang mengenai mekanisme transaksi kartu kredit dengan menggunakan PIN 6 digit. “Serta manfaatnya, serta melakukan monitoring terhadap perkembangan proses implementasi PIN 6 digit,” tutup Eni.
Di sadur dari

BI Optimis Pelaksanaan PIN 6 Digit Kartu Kredit Selesai 2017

Kartu Kredit; Kartu lama masih bisa. (Foto: Budi Urtadi)
Bank sentral berkeyakinan, pada 2017 baik perbankan, penerbit maupun masyarakat seluruhnya sudah dapat melaksanakan penerapan PIN 6 digit kartu kredit. Rezkiana Nisaputra
Surabaya–Bank Indonesia (BI) masih memantau dan mengevaluasi terkait pelaksanaan ketentuan yang mengatur implementasi personal identification number(PIN) 6 digit sebagai sarana verifikasi dan autentikasi pada transaksi kartu kredit. Adanya kondisi ini, BI menunda pelaksanaan ketentuan PIN enam digit untuk kartu kredit yang sebelumnya direncanakan dapat dilaksanakan pada awal 2015.
Diundurnya pelaksanaan ini karena perlu memberikan waktu yang lebih lama bagi penerbit dan acquirer untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan pedagang (merchant) mengenai penggunaan PIN 6 digit. Sehingga, diharapkan, seluruh kartu kredit diwajibkan telah mengimplementasikan PIN 6 digit paling lambat 30 Juni 2020. Maka terhitung sejak 1 Juli 2020, tidak ada lagi kartu kredit yang tidak menggunakan PIN 6 digit.
Direktur Departemen Komunikasi BI, Peter Jacobs menjelaskan, terhitung sejak 1 Juli 2015 seluruh penerbitan kartu baru dan kartu perpanjangan ataurenewal oleh penerbit kartu kredit di Indonesia wajib untuk memulai menerapkan PIN 6 digit kartu kredit. Jadi, kartu lama yang belum jatuh waktu penggantian, tetap dapat digunakan oleh pemegang kartu. Namun, pada saat jatuh waktu, harus segera digantikan dengan kartu yang telah mengimplementasikan PIN 6 digit.
Sedangkan seluruh acquirer kartu kredit diwajibkan mengganti atau meningkatkan standar keamanan pada seluruh electronic data capture (EDC) dan host systemsehingga dapat memproses transaksi kartu kredit dengan PIN 6 digit. Kewajiban ini harus dipenuhi paling lambat 30 Juni 2015. “Sejauh ini kami terus melakukan sosialisasi baik pada banknya maupun masyarakat dan pihak terkait untuk segera menerapkan PIN 6 digit pada kartu kredit,” ujar Peter, di Perpustakaan BI, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 13 Desember 2014.
Menurutnya, pihak-pihak terkait seperti bank, penerbit dan acquirer sudah komitmen agar penerapan PIN 6 digit kartu kredit ini dapat dilaksanakan paling lambat 30 Juni 2020. Sehingga, jika salah satu pihak ada yang tidak siap atau melewati batas yang ditentukan dari bank sentral, maka BI bakal memberikan sanksi. “Semua pihak terkait harus siap untuk penerapan PIN 6 digit kartu kredit, jadi mereka harussiap terima sanksi, baik dari sanksi pencabutan izin maupun pembuatan kartu kredit,” tukas Peter.
Meski dalam arahan BI penerapan PIN 6 digit kartu kredit dapat dilaksanakan paling lambat 30 Juni 2020, pihaknya berkeyakinan, bahwa pada tahun 2017, baik bank, penerbit maupun masyarakat seluruhnya sudah dapat melaksanakan penerapan PIN 6 digit kartu kredit. Hal ini sejalan dengan seluruh penerbitan kartu baru dan kartu perpanjangan atau renewal oleh penerbit kartu kredit di Indonesia yang terhitung sejak 1 Juli 2015 yang di wajibkan untuk memulai menerapkan PIN 6 digit.
“Teknologi di perbankan berbeda-beda, ada yang bilang 6 bulan kedepan mulainya, 3 bulan dan lain-lain. Jadi kita pakai yang paling lama itu adalah 6 bulan yakni pada 1 Juli 2015, semua penerbit juga harus siap untuk menerbitkan kartu kredit yang baru untuk penerapan 6 digit. Kalau semua itu dapat diterapkan dengan baik, menurut saya 2017 semua sudah dapat menggunakan PIN 6 digit untuk kartu kredit, meski paling lambat itu 30 Juni 2020,” tutup Peter.

Di sadur dari
http://www.infobanknews.com/2014/12/bi-optimis-pelaksanaan-pin-6-digit-kartu-kredit-selesai-2017/











Pengeluaran Terbesar Wanita: Fashion, Dining dan Kecantikan

UOBI memprediksi kenaikan jumlah nasabah UOBI Lady’s Platinum dan Lady’s Card menjadi tiga kali lipat dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun mendatang. Rully Ferdian
Jakarta–Apa yang diingikan oleh wanita? Berbelanja fashion, wisata kuliner dan perawatan kecantikan merupakan tiga hal yang paling diinginkan oleh wanita. Hal tersebut didasari pada transaksi kartu kredit PT Bank UOB Indonesia (UOBI) yang dilakukan oleh pemegang kartu wanita untuk pembelanjaan fashion, restoran dan perawatan kecantikan.
Lebih mengejutkan lagi ternyata wanita melakukan transaksi lebih banyak dan hal ini dibuktikan oleh riset UOBI yang menemukan peningkatan transaksi sebesar 69% oleh pemegang kartu kredit UOB Lady’s Platinum dan Lady’s Card antara 2013 dan 2014.
Senior Vice President, Cards Business Head Unsecured Business, UOBI, Irwan Tisnabudi mengatakan, data tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana wanita Indonesia kini memiliki kemandirian finansial dan kebebasan dalam mengatur keuangannya.
“Survei yang kami lakukan menunjukkan wanita Indonesia adalah pekerja keras dan suka menikmati hasil jerih payahnya dengan memanjakan dirinya. Kuliner dan perawatan kecantikan merupakan dua pengeluaran terbesar wanita sepanjang tahun yang mengalami pertumbuhan signikan yaitu 65% dan 86% dan hal ini menunjukan adanya peningkatkan pengeluaran para wanita ini didukung oleh peningkatkan penghasilan mereka,” ujar Iwan, dalam siaran pers di Jakarta, Senin, 29 Desember 2014.
Sampai saat ini. Bank UOB Indonesia mengklaim sebagai satu-satunya bank di Indonesia yang menawarkan kartu kredit dengan fitur-fitur khusus untuk wanita. UOBI memprediksi kenaikan jumlah nasabah UOBI Lady’s Platinum dan Lady’s Card menjadi tiga kali lipat dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun mendatang.
Untuk menenuhi apa yang diingikan oleh wanita, UOBI Lady’s Platinum dan UOBI Lady’s Card memberikan penawaran menarik untuk fashion dan perawatan kecantikan. Keuntungan yang diberikan berupa diskon hingga 30 persen di beberapa label fashion seperti Alleira Batik, Atmosphere, Body & Soul dan (X).S.M.L. Pemegang kartu juga mendapatkan penawaran diskon hingga 50 persen di BeiNature Spa, Body Contours, Gaya Spa, MayMay dan Toni & Guy Hairdressing.
Khusus untuk nasabah UOBI Lady’s Platinum dan Lady’s Card yang baru bergabung dengan UOBI mendapatkan satu set kumpulan voucer bernilai lebih dari Rp1,000,000. Voucer-voucer tersebut dapat digunakan di Skin Food, NYX, Calliop Shoes, (X).S.M.L dan situs berbelanja online seperti Zalora, Berrybenka dan Bilna. (*)
Di sadur dari

Transaksi Kartu Kredit UOB Lady’s Card Naik 44,7%

Counter UOB Indonesia; Refleksikan wanita. (Foto: Budi Urtadi)
UOB Indonesia menargetkan pertumbuhan pemegang kartu UOB Lady’s Card naik tiga kali lipat dalam tiga hingga lima tahun yang akan datang. Rully Ferdian
Jakarta–PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) mencatat transaksi kartu kredit UOB Lady’s Card untuk pembelanjaan fashion antara 2013 dan 2014 naik 44,7%. Fashion, makan, dan layanan kecantikan merupakan tiga kategori teratas dalam transaksi yang dilakukan oleh wanita.  Antara 2013 dan 2014, transaksi belanja yang dilakukan oleh wanita menggunakan UOB Lady’s Card naik 70% jika dibandingkan pada 2012.
Executive Director dan Head of UOB Indonesia Personal Financial Services, Lynn Ramli, mengatakan, data tersebut merefleksikan bagaimana wanita modern Indonesia memiliki kebebasan finansial dalam menentukan keuangannya seiring dengan peningkatan pendapatannya.
“Berdasarkan survei yang kami lakukan, kami mendapatkan wanita Indonesia bekerja lebih keras, memiliki keinginan untuk memanjakan dirinya melalui makan di restoran mewah, memiliki produk fashion dan kecantikan terkini. Fakta bahwa wanita berbelanja lebih banyak dan lebih sering di fashion, restaurant dan kecantikan mengindikasikan bahwa tingkat pendapatan mereka meningkat, seiring dengan pertumubuhan ekonomi Indonesia,” ujar Lynn Ramli, dalam keterangan pers yang diterima Infobank, di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2015.
Dalam rangka menyambut tahun baru imlek, UOB Indonesia memberikan keistimewaan dalam berbelanja fashion di Baik Alleira bagi wanita Indonesia. Hingga 30 September 2015, UOB Indonesia memberikan penawaran diskon 30% di setiap hari rabu dan diskon 15% untuk hari-hari lainnya bagi pemegang kartu UOB Lady’s Platinum dan Lady’s.
Menurut Lynn Ramli, kerja sama antara UOB Indonesia dan Alleira didasari oleh pemahaman mengenai gaya hidup wanita Indonesia saat ini, terutama pemegang kartu UOB Lady’s Card.
UOB Indonesia juga memberikan penawaran khusus untuk produk fashion lainnya dengan diskon hingga 50% di berbagai merchant antara lain Charles & Keith, Pedro, Atmosphere, dan Body & Soul. Pemegang kartu juga dapat menikmati penawaran spesial untuk perawatan kecantikan di Body Contours, Gaya Spa, May May dan Toni & Guy Hairdressing.
UOB Indonesia menargetkan pertumbuhan pemegang kartu UOB Lady’s Card naik tiga kali lipat dalam tiga hingga lima tahun yang akan datang.
Di sadur dari

MasterCard dan 7-Eleven Garap Program “Enjoy Slurpee Everyday”



MasterCar dan 7-Eleven; Transaksi elektronik. (Foto: Dok. Infobank)
Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lain, penggunaan transaksi pembayaran berbasis elektronik oleh masyarakat Indonesia relatif masih rendah. Rully Ferdian
Jakarta–MasterCard Indonesia kembali bersama 7-Eleven Indonesia melakukan edukasi mengenai manfaat transaksi elektronik saat melakukan belanja kebutuhan sehari-hari, terutama di outlet 7-Eleven. Dengan karakter pelanggan 7-Eleven yang mayoritas berasal dari kalangan muda, keduabelah pihak berharap dapat terus mendorong perkembangan transaksi elektronik di Indonesia yang telah berkembang dengan baik dalam beberapa waktu terakhir, khususnya setelah pemerintah melalui Bank Indonesia mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).
Melalui program Enjoy Slurpee Everyday para pelanggan 7-Eleven yang bertransaksi menggunakan kartu Debit dan Kredit MasterCard tanpa batas minimum akan menikmati produk Slurpee ukuran small dengan harga Rp1. Program Enjoy Slurpee Everyday yang berlangsung antara 8 Desember 2014 sampai dengan 8 Maret 2015 juga diharapkan dapat terus mendorong transaksi elektronik di Indonesia, khususnya kalangan anak muda yang selama ini dikenal merupakan salah satu pelanggan 7-Eleven.
Country Manager MasterCard Indonesia Irni Palar mengatakan, program Enjoy Slurpee Everyday ini sangat unik karena dapat dijadikan sebagai salah satu sarana edukasi mengenai manfaat dari transaksi elektronik di kalangan anak muda sekaligus memanjakan para pelanggan 7-Eleven di seluruh Indonesia. “Program ini merupakan contoh sederhana mengenai bagaimana metode pembayaran elektronik mampu menggantikan metode pembayaran tunai karena terbukti lebih mudah, aman, dan efisien,” ujarnya.
Meskipun dalam beberapa tahun terakhir ini jumlah transaksi elektronik di Indonesia telah mengalami peningkatan yang cukup baik, namun demikian data Bank Indonesia menunjukan bahwa dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lain, penggunaan transaksi pembayaran berbasis elektronik oleh masyarakat Indonesia relatif masih rendah. Program kerja sama ini diharapkan turut berperan serta dalam mendorong peningkatan yang lebih tajam dalam hal jumlah dan nilai transaksi elektronik di Indonesia.
Sementara itu, President Director PT Modern Sevel Indonesia, Henri Honoris berharap program ini menjadi hadiah tahun baru untuk para pecinta Slurpee di Indonesia. “Kami pun mengharapkan dengan keuntungan melalui program ini, akan  semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati Slurpee,” tambahnya. (*)
Di sadur dari

CIMB Niaga Catat Laba Bersih 2014 Sebesar Rp2,3 Triliun



Counter CIMB Niaga; Semua segmen kredit tumbuh. (Foto: Erman)
CIMB Niaga melanjutkan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah kredit yang disalurkan sebesar 12,4%. Rully Ferdian
Jakarta–PT Bank CIMB Niaga Tbk mengantongi perolehan laba bersih konsolidasi (audited) selama 2014 Rp2,3 triliun (2013: Rp4,3 triliun), dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 5,6% Year on Year/YoY menjadi Rp10,7 triliun. Perolehan laba bersih ini menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp93,2.
Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2015, mengatakan, pendapatan operasional sebesar Rp13,5 triliun didukung oleh adanya kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 5,6% (YoY) meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan pada pendapatan non bunga sebagai akibat dari adanya peraturan baru terkait bancassurance dan melemahnya kondisi pasar. “Biaya operasional tercatat sebesar 5,3% (YoY), dengan kenaikan hanya sebesar 1,2% (YoY) pada biaya karyawan,” ujarnya.
Sementara itu, dengan total aset mencapai Rp233,2 triliun per 31 Desember 2014 atau meningkat sebesar 6,5% (YoY), CIMB Niaga melanjutkan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah kredit yang disalurkan sebesar 12,4% (YoY) menjadi Rp176,4 triliun pada akhir 2014 lalu.
Dari total kredit tersebut, masih kata Arwin, semua segmen mencatatkan pertumbuhan yang positif. Kredit di segmen Korporasi tumbuh 26,2% YoY menjadi Rp55,4 triliun, kredit Small Medium Micro Enterprise (SMME) naik 12,2% (YoY) menjadi Rp34,9 triliun, sedangkan kredit Perbankan Komersial tumbuh 5,7% YoY menjadi Rp36,1 triliun. Adapun kredit di segmen Konsumer mengalami pertumbuhan sebesar 4,4% YoY menjadi Rp50,0 triliun.
Arwin menambahkan, sejumlah segmen bisnis di kredit Konsumer, mampu mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan. Personal loan tumbuh sebesar 37,3% (YoY) menjadi Rp2,2 triliun, sedangkan kartu kredit naik 29,2% (YoY) menjadi Rp5,3 triliun. Jumlah kartu kredit mencapai 1,8 juta, tumbuh 11,4% (YoY). Adapun Micro Finance yang merupakan bagian dari kredit SMME, tumbuh 27,1% (YoY) menjadi Rp3,0 triliun pada akhir 2014. (*)
Di sasdur dari 

PIZZA HUT Promo Diskon 15% dengan Kartu Kredit BCA





pizzahut_bca_04012015
PIZZA HUT Promo Diskon 15% dengan Kartu Kredit BCA berlaku setiap hari SABTU dan MINGGU
Syarat dan ketentuan :
  • Promo berlaku untuk minimum pembelian Rp. 200.000 (sebelum pajak)
  • Promo berlaku untuk Santap di Restoran dan Takeaway
  • Tidak berlaku untuk Delivery
  • Berlaku hari Sabtu dan Minggu, Tidak berlaku pada hari Senin-Jumat
  • Promo tidak dapat digabungkan dengan promo Diskon Kartu Kredit BNI/Mandiri, E-Voucher GRATIS atau promo diskon/gratis lainnya yang sedang berjalan

- See more at: http://katalogpromosi.com/fashion-dan-aksesoris/pizza-hut-promo-diskon-15-dengan-kartu-kredit-bca#sthash.bLdCW3PR.dpuf









21 - 02 - 2015 10.00