Selasa, 04 Januari 2011

BERITA TERKINI

Jumlah Kartu Kredit  BCA  Capai  2,2 juta


















CINEMA 21/XXI Promo Pay 1 For 2 dengan KARTU KREDIT BCA

xxi_bca_03012014
CINEMA 21/XXI Promo Pay 1 For 2 dengan KARTU KREDIT BCA berlaku setiap Hari Sabtu sd. 31 Januari 2016.
Syarat & ketentuan:
  • Benefit gratis 1 tiket diberikan dengan pembelian 1 tiket nonton per minggu per cardholder di hari Sabtu.
  • Benefit hanya berlaku untuk transaksi yang dilakukan setiap Hari Sabtu hingga Pukul 23.59.
  • Benefit tidak berlaku untuk pembelian tiket midnight show yang dilakukan pada hari Minggu (mulai Pukul 00.00 dini hari).
  • Berlaku untuk Kartu Kredit BCA Visa Batman, Kartu kredit BCA Master Card MC2, Kartu Kedit BCA Card Platinum Batik, Kartu Kredit BCA VISA SQ Card (Infinite maupun Signature), Kartu Kredit BCA MasterCard World Card, Kartu Kredit BCA Visa Black, Kartu Kredit BCA MasterCard Black.
  • Tidak dapat digabungkan dengan promosi lain.
Lokasi:
Jabodetabek
  • XXI Senayan City
  • XXI Gading
  • XXI Anggrek
  • Pondok Indah 2 XXI
Non Jabodetabek
  • XXI Ciwalk , Bandung
  • XXI Paragon, Semarang
  • Nagoya Hill 21, Batam
  • XXI E-Walk, Balikpapan
  • XXI Ayani, Pontianak
  • 21 Tunjungan Plaza, Surabaya
  • XXI Center Point, Medan
  • XX1 Panakukang, Makassar
  • 21 Riau, Pekan Baru
  • 21 Galeria (Mall Bali Galeria), Kuta, Bali
  • 21 Studio, Yogyakarta
  • 21 PIM, Palembang
  • 21 Studio, Manado

- See more at: http://katalogpromosi.com/bank-dan-kartu-kredit/cinema-21xxi-promo-pay-1-for-2-dengan-kartu-kredit-bca#sthash.8OmnwlEk.dpuf



























































Transaksi Kartu Kredit UOB Lady’s Card Naik 44,7%

Counter UOB Indonesia; Refleksikan wanita. (Foto: Budi Urtadi)
UOB Indonesia menargetkan pertumbuhan pemegang kartu UOB Lady’s Card naik tiga kali lipat dalam tiga hingga lima tahun yang akan datang. Rully Ferdian
Jakarta–PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) mencatat transaksi kartu kredit UOB Lady’s Card untuk pembelanjaan fashion antara 2013 dan 2014 naik 44,7%. Fashion, makan, dan layanan kecantikan merupakan tiga kategori teratas dalam transaksi yang dilakukan oleh wanita.  Antara 2013 dan 2014, transaksi belanja yang dilakukan oleh wanita menggunakan UOB Lady’s Card naik 70% jika dibandingkan pada 2012.
Executive Director dan Head of UOB Indonesia Personal Financial Services, Lynn Ramli, mengatakan, data tersebut merefleksikan bagaimana wanita modern Indonesia memiliki kebebasan finansial dalam menentukan keuangannya seiring dengan peningkatan pendapatannya.
“Berdasarkan survei yang kami lakukan, kami mendapatkan wanita Indonesia bekerja lebih keras, memiliki keinginan untuk memanjakan dirinya melalui makan di restoran mewah, memiliki produk fashion dan kecantikan terkini. Fakta bahwa wanita berbelanja lebih banyak dan lebih sering di fashion, restaurant dan kecantikan mengindikasikan bahwa tingkat pendapatan mereka meningkat, seiring dengan pertumubuhan ekonomi Indonesia,” ujar Lynn Ramli, dalam keterangan pers yang diterima Infobank, di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2015.
Dalam rangka menyambut tahun baru imlek, UOB Indonesia memberikan keistimewaan dalam berbelanja fashion di Baik Alleira bagi wanita Indonesia. Hingga 30 September 2015, UOB Indonesia memberikan penawaran diskon 30% di setiap hari rabu dan diskon 15% untuk hari-hari lainnya bagi pemegang kartu UOB Lady’s Platinum dan Lady’s.
Menurut Lynn Ramli, kerja sama antara UOB Indonesia dan Alleira didasari oleh pemahaman mengenai gaya hidup wanita Indonesia saat ini, terutama pemegang kartu UOB Lady’s Card.
UOB Indonesia juga memberikan penawaran khusus untuk produk fashion lainnya dengan diskon hingga 50% di berbagai merchant antara lain Charles & Keith, Pedro, Atmosphere, dan Body & Soul. Pemegang kartu juga dapat menikmati penawaran spesial untuk perawatan kecantikan di Body Contours, Gaya Spa, May May dan Toni & Guy Hairdressing.
UOB Indonesia menargetkan pertumbuhan pemegang kartu UOB Lady’s Card naik tiga kali lipat dalam tiga hingga lima tahun yang akan datang.
Di sadur dari

MasterCard dan 7-Eleven Garap Program “Enjoy Slurpee Everyday”







MasterCar dan 7-Eleven; Transaksi elektronik. (Foto: Dok. Infobank)
Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lain, penggunaan transaksi pembayaran berbasis elektronik oleh masyarakat Indonesia relatif masih rendah. Rully Ferdian
Jakarta–MasterCard Indonesia kembali bersama 7-Eleven Indonesia melakukan edukasi mengenai manfaat transaksi elektronik saat melakukan belanja kebutuhan sehari-hari, terutama di outlet 7-Eleven. Dengan karakter pelanggan 7-Eleven yang mayoritas berasal dari kalangan muda, keduabelah pihak berharap dapat terus mendorong perkembangan transaksi elektronik di Indonesia yang telah berkembang dengan baik dalam beberapa waktu terakhir, khususnya setelah pemerintah melalui Bank Indonesia mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).
Melalui program Enjoy Slurpee Everyday para pelanggan 7-Eleven yang bertransaksi menggunakan kartu Debit dan Kredit MasterCard tanpa batas minimum akan menikmati produk Slurpee ukuran small dengan harga Rp1. Program Enjoy Slurpee Everyday yang berlangsung antara 8 Desember 2014 sampai dengan 8 Maret 2015 juga diharapkan dapat terus mendorong transaksi elektronik di Indonesia, khususnya kalangan anak muda yang selama ini dikenal merupakan salah satu pelanggan 7-Eleven.
Country Manager MasterCard Indonesia Irni Palar mengatakan, program Enjoy Slurpee Everyday ini sangat unik karena dapat dijadikan sebagai salah satu sarana edukasi mengenai manfaat dari transaksi elektronik di kalangan anak muda sekaligus memanjakan para pelanggan 7-Eleven di seluruh Indonesia. “Program ini merupakan contoh sederhana mengenai bagaimana metode pembayaran elektronik mampu menggantikan metode pembayaran tunai karena terbukti lebih mudah, aman, dan efisien,” ujarnya.
Meskipun dalam beberapa tahun terakhir ini jumlah transaksi elektronik di Indonesia telah mengalami peningkatan yang cukup baik, namun demikian data Bank Indonesia menunjukan bahwa dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lain, penggunaan transaksi pembayaran berbasis elektronik oleh masyarakat Indonesia relatif masih rendah. Program kerja sama ini diharapkan turut berperan serta dalam mendorong peningkatan yang lebih tajam dalam hal jumlah dan nilai transaksi elektronik di Indonesia.
Sementara itu, President Director PT Modern Sevel Indonesia, Henri Honoris berharap program ini menjadi hadiah tahun baru untuk para pecinta Slurpee di Indonesia. “Kami pun mengharapkan dengan keuntungan melalui program ini, akan  semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati Slurpee,” tambahnya. (*)
Di sadur dari

CIMB Niaga Catat Laba Bersih 2014 Sebesar Rp2,3 Triliun











Counter CIMB Niaga; Semua segmen kredit tumbuh. (Foto: Erman)
CIMB Niaga melanjutkan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah kredit yang disalurkan sebesar 12,4%. Rully Ferdian
Jakarta–PT Bank CIMB Niaga Tbk mengantongi perolehan laba bersih konsolidasi (audited) selama 2014 Rp2,3 triliun (2013: Rp4,3 triliun), dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 5,6% Year on Year/YoY menjadi Rp10,7 triliun. Perolehan laba bersih ini menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp93,2.
Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2015, mengatakan, pendapatan operasional sebesar Rp13,5 triliun didukung oleh adanya kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 5,6% (YoY) meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan pada pendapatan non bunga sebagai akibat dari adanya peraturan baru terkait bancassurance dan melemahnya kondisi pasar. “Biaya operasional tercatat sebesar 5,3% (YoY), dengan kenaikan hanya sebesar 1,2% (YoY) pada biaya karyawan,” ujarnya.
Sementara itu, dengan total aset mencapai Rp233,2 triliun per 31 Desember 2014 atau meningkat sebesar 6,5% (YoY), CIMB Niaga melanjutkan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah kredit yang disalurkan sebesar 12,4% (YoY) menjadi Rp176,4 triliun pada akhir 2014 lalu.
Dari total kredit tersebut, masih kata Arwin, semua segmen mencatatkan pertumbuhan yang positif. Kredit di segmen Korporasi tumbuh 26,2% YoY menjadi Rp55,4 triliun, kredit Small Medium Micro Enterprise (SMME) naik 12,2% (YoY) menjadi Rp34,9 triliun, sedangkan kredit Perbankan Komersial tumbuh 5,7% YoY menjadi Rp36,1 triliun. Adapun kredit di segmen Konsumer mengalami pertumbuhan sebesar 4,4% YoY menjadi Rp50,0 triliun.
Arwin menambahkan, sejumlah segmen bisnis di kredit Konsumer, mampu mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan. Personal loan tumbuh sebesar 37,3% (YoY) menjadi Rp2,2 triliun, sedangkan kartu kredit naik 29,2% (YoY) menjadi Rp5,3 triliun. Jumlah kartu kredit mencapai 1,8 juta, tumbuh 11,4% (YoY). Adapun Micro Finance yang merupakan bagian dari kredit SMME, tumbuh 27,1% (YoY) menjadi Rp3,0 triliun pada akhir 2014. (*)
Di sasdur dari 

Diskon Khusus Nexmedia Untuk Nasabah Bank Mandiri







Showroom Nexmedia; Pembukaan cabang Kelapa gading. (Foto: Dok. Nexmedia).
Nexmedia menggandeng Bank Mandiri untuk kemudahan pembayaran tagihan. Kini, nasabah Bank Mandiri bisa nikmati diskon khusus hingga 37% di Nexmedia. Apriyani Kurniasih.
Jakarta–Nexmedia sebagai TV berlangganan portable yang praktis tanpa parabola Nexmedia mengumumkan kerjasamanya yang terbaru dengan PT Bank Mandiri, Tbk (Bank Mandiri).
Melalui kerjasama ini, pemegang kartu kredit maupun nasabah pemilik rekening tabungan Bank Mandiri dapat membeli beragam paket Nexmedia hanya dengan harga mulai dari Rp.99.000.  Adapun paket yang ditawarkan adalah paket special dengan potongan harga hingga 37%.
Pada kesempatan yang sama, Nexmedia uga mengumumkan pembukaan cabang di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Cabang Nexmedia Kelapa Gading yang telah dibuka langsung oleh Sutanto Hartono, President Director PT Elang Megah Teknologi, Tbk (EMTEK, Tbk) dan didampingi oleh para direksi Nexmedia ini resmi dibuka di Jakarta, pada 6 April 2015.
Cabang Kelapa Gading nantinya dapat melayani pelanggan dalam pembayaran tagihan, perubahan paket langganan, troubleshoot perangkat, dan informasi layanan lainnya. Sedangkan bagi calon pelanggan Nexmedia juga dapat melakukan pembelian paket langganan dan perangkat di cabang tersebut.
Saat ini, kanal pembayaran yang dapat dipergunakan oleh pelanggan Nexmedia adalah melalui ATM, Internet Banking, kartu kredit, Seven Eleven, Indomaret, Fastpay, transfer tunai, dan showroom-showrom Nexmedia.
Di Sadur dari 

Danamon Terbangkan 13 Nasabahnya Ke Old Traford







Program Red Match Danamon; Terbang ke Old Trafford. (Foto: Dok. Danamon).
Sebanyak 13 nasabah Kartu Danamon Manchester United menontong langsung pertandingan MU di Old Trafford. Apriyani Kurniasih.
Jakarta–PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. (“Danamon”), sebagai satu-satunya pemegang lisensi penerbitan Kartu Debit/ATM dan Kredit Manchester United di Indonesia, kembali memberikan paket perjalanan mengunjungi stadion Old Trafford, Inggris dan menyaksikan pertandingan Manchester United secara langsung. Paket ini diberikan kepada para nasabah pemegang kartu Danamon Manchester United (MU) yang memangkan program Red Match 2015 pada periode pengundian Juli 2014 sampai Desember 2014.
“Danamon mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang Red Match. Merupakan kebanggaan bagi kami dapat memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para nasabah untuk mendukung langsung klub Manchester United di Old Trafford. Keberangkatan para pemenang Red Match ini merupakan realisasi dari komitmen kami untuk selalu memberikan layanan yang terbaik bagi nasabah, terutama bagi fans Manchester United” terang Lukas Djoesianto, Card Business Head Danamon.
Program Red Match ini telah diselenggarakan oleh Danamon sejak 2007 lalu. Sampai saat ini, Danamon telah memberangkatkan lebih dari 170 nasabah (ke Manchester, Inggris).
Sebanyak 13 pemenang Red Match kali ini, lanjut Lukas, berasal dari seluruh Indonesia, mulai dari Gunung Sitoli hingga nasabah dari Merauke. Salah satu jadwal yang telah diikuti saat di Inggris adalah menyaksikan secara langsung pertandingan sepakbola klub Manchester United melawan Aston Villa pada pekan ke-31 lanjutan Liga Inggris musim 2014/2015 di stadion “Theatre of Dream” Old Trafford, Inggris.
Danamon juga memberikan jersey Manchester United bertanda tangan asli pemain kepada 12 nasabah pemenang Red Match lainnya.
Untuk mengikuti program Red Match, nasabah Kartu Kredit Danamon Manchester United dapat melakukan transaksi pembelanjaan Rp100ribu untuk mendapatkan 1 (satu) poin Red Match dan berlaku kelipatannya. Sedangkan nasabah Kartu Debit/ATM Danamon Manchester United dapat menempuh 2 cara untuk mendapatkan 1 (satu) poin Match, yaitu  memiliki saldo rata-rata bulanan di tabungan Rp1 juta dan meningkatkan saldo tabungan tersebut sebesar Rp500 ribudan kelipatannya, serta  melakukan transaksi pembelanjaan Rp100 ribu dan berlaku kelipatannya.
Kartu Danamon Manchester United memiliki 3 fitur andalan, yaitu Red Match, Red Rewards, dan Red Hot Deals. Fitur Red Match memberikan kesempatan bagi nasabah Kartu Danamon Manchester United untuk menyaksikan pertandingan secara langsung di Old Trafford sekaligus mengikuti tur Museum dan Stadion. Melalui fitur Red Rewards, nasabah dapat menukarkan poin yang didapat dari setiap transaksi kartu kredit atau debit yang dilakukan dengan berbagai merchandise asli Manchester United. Sedangkan Red Hot Deals memberikan berbagai penawaran istimewa bagi nasabah di gerai olahraga, MU Megastore, kafe maupun tempat makan, fashion, dan outlet pilihan lainnya.
Selain sebagai alat pembayaran, Kartu Danamon Manchester United merupakan sarana bagi para fans klub Manchester United untuk menunjukkan kecintaan terhadap klub kesayangannya.
Di sadur dari 

MasterCard: Pengguna Pembayaran Contactless Tumbuh 49%





Transaksi perbankan; e-banking. (Foto: Erman).
Indonesia termasuk salah satu negara berkembang yang turut melakukan  perubahan sistem pembayaran tunai menjadi layanan berbasis mobile Point of Sales (mPOS). Rezkiana Nisaputra
Jakarta–MasterCard mengungkapkan bahwa konsumen di Asia Pasifik sudah mulai terbiasa dengan penggunaan pembayaran contactless. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan jumlah pengguna pembayarancontactless pada tahun 2014 sebanyak 49%, dibandingkan pada tahun 2013.
Emerging Payments Group Head di Asia Pasifik, Raj Dhamodharan mengatakan, Australia tetap menjadi yang terdepan dalam jumlah pengguna pembayarancontactless. Hampir dua pertiga transaksi dengan menggunakan MasterCard dilakukan tanpa melalui kontak langsung antara kartu dengan mesin pembaca pada setiap POS (point of sales). Pertumbuhan jumlah pengguna pembayaran contactless juga dialami oleh MasterCard Australia sebanyak 45% antara  2013 dan 2014.
Sementara itu, Singapura juga merupakan negara dengan peningkatan jumlah pengguna pembayaran contactlessyang paling cepat dan mendekati jumlah pengguna di Australia. MasterCard Singapura mencatat pertumbuhan tertinggi dalam penggunaan pembayaran contactless, yang didorong oleh peningkatan jumlah pengguna di negara tersebut, di mana terjadi pertumbuhan sebesar lebih dari dua kali lipat pada tahun 2014, dibandingkan dengan tahun 2013.
“Selain itu, Hong Kong juga telah merasakan manfaat dari dorongan pemasaran yang kuat yang menyebabkan pertumbuhan transaksi contactless lebih dari empat kali lipat pada  2014 dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy),” ujar Dhamodharan dalam keterangannyaa di Jakarta, Senin, 13 April 2015.
Selain ketiga negara tersebut, lanjut dia, Selandia Baru juga mengalami peningkatan dalam jumlah pemakaian teknologi pembayaran contactless. Penelitian dari MasterCard menyebutkan bahwa delapan dari 10 pengguna mengatakan hal itu terjadi karena teknologi tersebut sangat menghemat waktu (62%) dan sangat nyaman serta mudah untuk digunakan (58%).
“Pertumbuhan yang pesat dalam pembayaran contactlessdan pembayaran secara mobile diharapkan dapat terus berlangsung, karena di kawasan ini masih banyak uang tunai yang beredar dan perlu digantikan dengan sistem pembayaran contactless ini,” tukasnya.
Sementara cara mobile Point of Sales (mPOS) menggantikan tunai dalam sistem pembayaran, jika dilihat dari masa lalu dimana uang tunai masih menjadi alat pembayaran utama, pasar yang berkembang saat ini telah mengalami pergeseran kepada teknologi pembayaran baru, yakni dengan menggunakan mPOS yang merupakan salah satu kunci utama di Asia Pasifik pada tahun 2014.
“Singkat kata, teknologi mPOS memungkinkan para pedagang untuk mengkonversi smartphone atau tablet mereka dan menghubungkan perangkat tersebut kepada sebuah terminal yang dapat membaca dan menerima kartu pembayaran,” ucapnya.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Annapolis Consulting Group, jumlah pemakaian mPOS di seluruh dunia diperkirakan akan tumbuh dari 8 juta pada  2013 menjadi 18 juta pada 2017. Diprediksikan bahwa sebagian dari pertumbuhan tersebut disebabkan oleh peluncuran terbaru teknologi mPOS dari MasterCard di kawasan Asia Pasifik.
Untuk pertama kalinya di Indonesia, MasterCard berkolaborasi dengan BNI dan Telkomsel memberikan penawaran layanan pembayaran melalui mPOS kepada para agen asuransi Equity Life Indonesia. Layanan pembayaran ini tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga memberikan sebuah pengalaman pembayaran yang lebih aman dan lebih melindungi para pelanggan.
Sementara itu, Bank TaiShin berkolaborasi dengan MasterCard di Taiwan melakukan peluncuran terminalmPOS 3in1 pertama di Taiwan yang menggabungkan cara pembayaran contactlesschip dan pita magnetik. Dijanjikan bahwa alat ini dapat menerima pembayaran dengan lebih baik, dengan perubahan bentuk atau lainnya.
Di Vietnam, MasterCard bekerja sama dengan Sacombank untuk membekali para pedagang kecil di Pasar Ben Thanh dengan terminal mPOS yang memungkinkan pedagang tersebut untuk tidak hanya menerima pembayaran tunai, namun juga pembayaran dengan kartu debit dan kartu kredit. Kerja sama ini merupakan yang pertama kalinya dalam 100 tahun sejarah pasar Ben Thanh.
Sedangkan di Filipina, MasterCard bermitra dengan Globe untuk memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM) untuk dapat menerima pembayaran dengan kartu debit dan kartu kredit melalui mPOS, serta memberi kesempatan untuk memperluas usaha mereka ke depannya.
Menurutnya, perangkat mobile memberikan kesempatan kepada merchant-merchant kecil untuk melakukan transformasi pengalaman pembayaran kepada pelanggan mereka, terutama saat transaksi jual beli terjadi (point of sale), karena sekarang mereka dapat menggunakan kartu sebagai alat pembayaran.
“Semakin lama kita dapat melihat usaha kecil dan pedagang mobile seperti agen asuransi dan bisnis pesan antar makanan beralih ke solusi yang ditawarkan olehmPOS yang dapat membantu memperluas cakupan pelanggan dan penjualan mereka. Hingga pada waktunya, ini dapat membantu menggantikan penggunaan uang tunai di negara ini, serta membuka jalan untuk terbentuknya masyarakat non-tunai atau cashless society,” tutup Dhamodharan. (*)
Di sadur dari

















18-04- 2015 11.00